Contoh Naskah Feature Tarian Dongkrek
https://www.naskahvideo.com/2026/02/blog-post.html
Contoh-contoh video👉https://www.youtube.com/results?search_query=PENDOPO+WITSO
DONGKREK
Dongane Kawula
Rakyat Enggalo Kasarasan
|
Scene |
Obyek |
Durasi |
Audio |
|
1 |
Topeng-topeng
yang digunakan dalam dongkrek dan detail2 alat musiknya (Gambar hitam putih
atau film lama) |
20 |
Alunan
Bunyi Dongkrek (Musik
Background) Jamane kang
kapungkur//Duk semono Mejayan kang dusun//Katrajang ing pagablug akeh pepati//Tambah-tambah
polahipun//Kawulo ngudi usodo Berkah kang
Moho Agung//Eyang Palang
hyang sekti kalangkung//Metu broto angento dongkrek mauwarni//Kinaryo
mbrasto pageblug//Serno tapis tanpo siso |
|
2 |
10 |
Statement
singkat Dongkrek
adalah………. Nara sumber 1 dan 2 |
|
|
3 |
Landscape
Madiun-Caruban |
25 |
Madiun…..wilayah ini merupakan salah satu
kabupaten di Jawa Timur yang memiliki sejarah yang panjang, baik dalam perjuangan
kemerdekaan maupun dalam sisi kebudayaan. Julukan kota Gadis juga tak
terlepas dari kota yang terletak di 169 km sebelah barat kota Surabaya ini . Sebelumnya, Madiun sempat
dijuluki Madiun Bangkit yang berarti kota yang bersih/aman/indah/dan tertib//
Namun seiring majunya pembangunan di kota yang menjadi bagian dari
Provinsi Jawa Timur ini/ Madiun akhirnya mendapat julukan Kota Gadis, yaitu
kota yang mempunyai orientasi pada perdagangan dan bisnis. |
|
4 |
Pertunjukan
Dongkrek |
15 |
Meskipun menyandang kota Gadis, Madiun tetap mempertahankan kehidupan
masyarakatnya dengan pelestarian budaya dan kesenian. Tradisi yang
diturunkan oleh nenek moyang telah meninggalkan jejak-jejaknya melalui
kesenian yang masih berlangsung hingga sekarang. Kesenian
Dongkrek adalah salah satu bukti nyata yang masih bisa disaksikan, meskipun
dalam perkembangannya, kesenian dongkrek mengalami
masa pasang surut, sebagaimana
kesenian lainnya dan rentan
dipengaruhi oleh kondisi social yang berkembang dari
masa ke masa. |
|
5 |
Lahan
persawahan, desa, masyarakat dan Makam Raden Ngabehi |
20 |
Seni dongkrek lahir sekitar tahun
1867 di Mejoyo atau Mejayan, nama kuno dari Kecamatan Caruban, Kabupaten Madiun dalam masa kepemimpinan Raden Ngabehi Lo
Prawirodipuro. Pada awalnya , Seni Dongkrek merupakan sebuah ritual pengusir pagebluk atau wabah penyakit aneh yang mengganggu masyarakat Mejayan, ketika siang terserang
penyakit maka sore hari meninggal dunia. Seni dongkrek juga dipercaya sebagai tolak bala yang dapat mengurangi
keburukan / kesialan dalam segala hal. |
|
6 |
25 |
Statement sejarah
Dongkrek Nara sumber 1 dan 2 |
|
|
7 |
Pertunjukan
Dongkrek |
30 |
Kesenian Dongkrek adalah penampilan perpaduan antara musik, tari,
dan didalamnya terkandung unsur cerita atau drama. Bentuk peralatan musik yang digunakan dalam pertunjukan Kesenian
Dongkrek terdiri dari : kentongan;
kenong; bedug; korek;
dan gong pamungkas. Keindahan yang terdapat dalam peralatan musik dongkrek mempunyai bentuk dan
makna yang berbeda.
Setiap instrumen/alat musik,
memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda
pula. Bentuk dan ukuran tersebut mempengaruhi bunyi, karakter maupun
warna suara. |
|
8 |
Detai-detail
bentuk dan macam topeng Dongkrek |
20 |
Bentuk topeng sebagai
perwatakan tokoh yang diperankan, terdiri
dari empat topeng Buto. Topeng Buto atau Gandarwo merupakan gambaran sesuatu yang bersifat jahat,angkara
murka,mengganggu ketenteraman yang diwujudkan topeng dengan wajah menakutkan,
bentuk ekspresi wajah raksasa terdiri dari warna merah, kuning, hijau, putih dan
hitam, Hal ini juga dapat menggambarkan tentang hawa nafsu dan angkara murka manusia. Kemudian
ada juga topeng
roro perot, seorang abdi kinasih
yang mendampingi untuk memenuhi kebutuhan/keperluan
sehari-hari roro ayu. Topeng roro ayu, seorang wanita
yang cantik, anggun dan sopan dalam
berbicara, perilaku, dan selalu
berbuat kebaikan. Topeng Eyang Palang, |
|
9 |
20 |
Statement
penjelasan tentang topeng Dongkrek Nara sumber 1 dan 2 |
|
|
10 |
Detai-detail
bentuk dan macam instrument music Dongkrek |
30 |
Seni dongkrek bermula dari bunyi yang
ditimbulkan oleh paduan dua alat musik tradisional yang mengiringinya, yakni
bunyi “dong” berasal dari beduk atau kendang dan “krek” dari alat musik yang disebut korek. Alat musik korek ini berupa kayu berbentuk
bujur sangkar, di
satu sisinya ada tangkai kayu bergerigi yang bila digesek berbunyi
krek. Perpaduan dua bunyi
itulah kemudian masyarakat
menyebut kesenian ini dengan nama Dongkrek. Bedug dan
korek merupakan instrumen yang hakiki dan dominan dimana kedua macam instrument itulah yang memberikan corak
dan ciri khas kepada seni dongkrek.
Terutama adalah instrument korek yang bersifat unik
dan tersendiri yang tidak didapati pada instrument kesenian lain dimanapun. Secara
filosofi, kata Dongkrek merupakan kata sakral yang
berarti : Dongane Kawula Rakyat
Enggalo Kasarasan |
|
11 |
30 |
Statement
penjelasan tentang alat music dan instrument music dalam Dongkrek Nara sumber 1 dan 2 |
|
|
12 |
Aktivitas para pemain dongkrek Aktivitas Bapak Doerokim |
30 |
Sebagai warisan budaya lokal, Kesenian dongkrek merupakan hasil interaksi antara masyarakat lokal
dan lingkungan sekitarnya. Di dalamnya
memuat ide- ide, gagasan dan pemikiran
yang menjadi dasar bertindak dalam hidup bersama. Kesenian
dongkrek memuat simbol- simbol yang penuh makna dan memuat ajaran moral yang
dapat dijadikan panduan hidup oleh masyarakat. Hal ini kemudian menjadi landasan
bagi Bapak Doerokim untuk mendirikan paguyuban pelestari Dongkrek, yang
kemudian diberi nama Paguyuban Dongkrek Kridho Sakti . Paguyuban ini memusatkan aktivitas kesenian dongkrek di rumah Bapak Doerokim , di jalan Prawirodipuran kecamatan
Mejayan Kabupaten
Madiun |
|
13 |
20 |
Statement
penjelasan tentang Paguyuban Kridho Sakti Nara sumber 1 dan 2 |
|
|
14 |
Aktivitas Bapak Doerokim dan
masyarakat Pertunjukan Dongkrek |
20 |
Pendiri paguyuban Dongkrek Krido Sakti ini banyak
mempelajari seni Dongkrek dari berbagai sumber,salah satunya adalah kesaksian dari keturunan Raden Ngabehi Lo
Prawirodipuro. Ketika Paguyuban ini berdiri pada tahun 1983, seni Dongkrek hanya disajikan dengan cara arak arakan. Namun saat ini Dongkrek telah berkembang menjadi
seni pertunjukan yang telah diberi sentuhan modernitas tanpa meninggalkan prinsip dan
pakemnya. |
|
15 |
20 |
Statement
penjelasan tentang Paguyuban Kridho Sakti Nara sumber 1 dan 2 |
|
|
16 |
Aktivitas para pemain dongkrek |
20 |
Kesenian
dongkrek sarat akan nilai budaya, nilai pendidikan, nilai moral, nilai
religius, nilai kepemimpinan, nilai kepahlawanan, dan nilai estetika. Hal ini
dapat ditinjau dari unsur
alat musik, tata
rias topeng
dan busana yang memberikan makna simbol dalam perwatakan peran,
kemudian nilai pendidikan moral yang mengartikan bahwa sebuah kejahatan akan
terkalahkan dengan suatu kebaikan dalam pikiran manusia yang dilukiskan
dengan suara. |
|
17 |
20 |
Statement penjelasan tentang nilai dan
filosofi Nara sumber 1 dan 2 |
|
|
18 |
Pertunjukan kesenian dongkrek |
20 |
Seni dongkrek memberikan informasi kepada
masyarakat betapa pentingnya persatuan dan
kesatuan melalui peragaan
kesenian dongkrek, mewujudkan
pengabdian terhadap masyarakat dibidang kebudayaan, menjaga dan mempertahankan agar
kesenian dongkrek tetap
menjadi ciri khas
budaya asli milik Kabupaten Madiun. Hal ini didukung
oleh peran Pemerintah Madiun dengan menetapkan Kesenian
dongkrek sebagai Kesenian Khas dan aset Wisata Budaya
Kabupaten Madiun . |
|
19 |
15 |
Statement tentang harapan kedepan
kesenian Dongkrek Nara sumber 1,2 dan 3 |
|
|
20 |
Sore hari di rel kereta api..... |
Closing |
Keterangan :
Narasumber 1
: Pak Doerakim
Narasumber 2
: Pak Walgito
Narasumber 3 : Ratna Mustika Wardani (generasi
muda)

Komentar
Posting Komentar