NASKAH PROGRAM TV FOOD SAFETY MASUK DESA (FSMD)

 

NASKAH SOSIALISASI TELEVISI MAKANAN


https://www.naskahvideo.com/2026/02/blog-post.html

Contoh Video👉https://www.youtube.com/results?search_query=PENDOPO+WITSO


PROGRAM FOOD SAFETY MASUK DESA (FSMD) 

"Durasi            :  Max 30”

Judul               :  PROGRAM FOOD SAFETY MASUK DESA (FSMD)

CONTENT

VIDEO

AUDIO

FRAME

DURASI

1

 

-OPENING

 

Yogyakarta kaya akan wisata dan kulinernya. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya kawasan wisata yang dapat di jumpai dengan makanan khas di masing masing tempat, hal ini sesuai dengan latar belakang kondisi wilayah, dimana setiap wilayah sebagai tempat pem-produksi bahan pangan.

Selain di tempat-tempat wisata, kota Yogyakarta bisa dikatakan kota yang makmur. Karena di Yogyakarta sendiri, sektor pertanian memiliki fasilitas seperti perairan yang cukup memadai, sehingga memperlancar petani dalam mengolah bahan pangan.

Namun, dengan begitu keamanan pangan di Yogyakarta sendiri belum bisa di katakan aman. Aman di sini terbebas dari campuran-campuran bahan kimia, sehingga pangan tidak tergolong pada makanan yang sehat.

LS, FS, MS, MCU, CU

60”

2

Menyesuaikan naskah

Di tahun 2014, Badan POM dengan nama program “Food Safety Masuk Desa” atau FSMD memulai kegiatan program dengan dipilihnya 7 desa di Kabupaten Sleman dan 7 Kelurahan di kota Yogyakarta yang menjadi target FSMD berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pemberdayaan masyarakat dan perempuan di Balai Kota Yogyakarta, dan Badan KB Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Sleman. Setelah itu, dilanjutkan dengan survey analisis situasi ke beberapa desa terpilih seperti Kelurahan Kotabaru, Desa Tridadi, dam Desa Tamanmartani. Survey ini mengambil responden dari perwakilan ibu rumah tangga, PKK, Karang Taruna, Guru, Anak Sekolah, Usaha Ritel, IRTP, Pedagang Kaki Lima, Perangkat Desa, Prugas PKL, dan DFI.

Pengambilan survey ini sendiri, diharapkan dapat memberikan gambaran pengetahuan masyarakat desa atau kelurahan tentang

LS, FS, MS, MCU, CU MCU, CU

360”

3

Menyesuaikan naskah

Masyarakat yang terdiri dari berbagai lapisan yang dapat di bedakan berdasarkan latar belakang pendidikan, budaya dan kebiasaan juga dapat memicu perbedaan dalam pemahaman tentang “Food Safety”.

************* INTERVIEW PELAJAR********************

1.MAKANAN YANG AMAN SEPERTI APA ?

2.BAGAIMANA MENCIPTAKAN MAKANAN YANG AMAN?

3.PERNAHKAN MENKONSUMSI MAKANAN YANG TIDAK AMAN (MAKANAN YANG MENGANDUNG BAHAN KIMIA DLL)?

 

Untuk itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI melaksanakan program “Food Safety Masuk Desa” sebagai salah satu prasyarat peningkatan kesehatan keluarga secara mandiri.

 

********** INTERVIEW MASYARAKAT (PETANI)********

1.APA MAKANAN YANG AMAN?

2. MAKANAN YANG TIDAK AMAN?

3.SEBAGAI YANG MEMPRODUKSI SALAH SATU DARI BAHAN MAKANAN, BAGAIMANA MENCIPTAKAN MAKANAN YANG AMAN UNTUK DI KONSUMSI MASYARAKAT?

LS, FS, MS, MCU, CU MCU, CU

360”

5

Menyesuaikan naskah

Tujuan program FSMD sendiri di lakukan karena adanya alasan tentang permasalahan keamanan pangan atau potensi resiko dapat terjadi di setiap mata rantai pangan. Sehingga upaya agar pangan tetap aman dan bermutu hendaknya dilakukan secara komprehensif dan terus menerus. Pembangunan keamanan pangan dapat dimulai dari individu, keluarga hingga masyarakat secara meluas. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk mencapai tujuan dilakukannya program FSMD, sehingga pangan yang aman, bermutu dan bergizi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

 

*****************INTERVIEW GURU*******************

1.MAKANAN YANG AMAN SEPERTI APA?

2.BAGAIMANA MENCIPTAKAN MAKANAN YANG AMAN?

3.MENURUT IBU/BAPAK SEBAGAI KONSUMRIF MAKANAN, DIMANA SELAMA INI MENEMUKAN BAHAN MAKAN/ MAKANAN YANG BISA DI BILANG DALAM KATEGORI AMAN?

MCU, CU MCU, CU

240”

6

Menyesuaikan naskah

Menindak lanjuti acara workshop Kemitraan Pangan dengan Lintas Sektor di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni dalam rangka Re-Orientasi peran pemerintah, maka Balai Besar POM di Yogyakarta menyelenggarakan program “pemberdayaan masyarakat”, yaitu Food Safety Masuk Desa tingkat kabupaten atau kota. Di sini, diharapkan setiap komunitas keamanan pangan di Yogyakarta memiliki komitmen untuk meningkatkan perlindungan masyarakat di wilayahnya terhadap pangan yang beresiko sekaligus memperkuat perekonomian pedesaan.

Workshop Kemitraan Tingkat Kabupaten atau Kota ini, dihadiri oleh seluruh Lurah dan Kepala Desa yang menjadi target FSMD 2014.

******************INTERVIEW LURAH*****************

1.UNTUK MEMENUHI SYARAT PROGRAM “FOOD SAFETY MASUK DESA”, DALAM HAL PANGAN YANG AMAN, USAHA APA SAJA YANG SUDAH DILAKUKAN DI KELURAHAN ……. *DI ISI NAMA KELURAHAN YANG DIDUDUKI”

2.PESAN UNTUK MASYARAKAT, BAGAIMANA CARA YANG DILAKUKAN UNTUK MENINGKATKAN MUTU GIZI DAN KUALITAS PANGAN YANG SEHAT ATAU AMAN?

Workshop Kemitraan Pangan Dengan Lintas Sektor dilaksanakan pada tangganl 12 Mei dan 14 Mei 2014. Dimana pada hari pertama, tanggal 12 Mei 2014, workshop di ikuti oleh 25 peserta dari Instansi terkait dan masyarakat Yogyakarta. Dan hari ke-2, pada tanggal 14 Mei 2014, di ikuti 27 peserta dari instansi terkait dan Masyarakat.

Dari kegiatan ini diharapkan dapat mensinergikan kegiatan Keamanan Pangan Desa / Food Safety Masuk Desa  dengan Lintas Sektor terkait.

MCU, CU MCU, CU

180”

7

Menyesuaikan naskah

Setelah melaksanakan workshop Kemitraan Pangan Dengan Lintas Sektor tingkat kabupaten atau kota, Balai Besar POM di Yogyakarta bekerjasama dengan Direktorat Surveilan dan PKP Badan POM RI menyelenggarakan Workshop Kemitraan Pangan Dengan Lintas Sektor di Provinsi dalam rangka Re-Orientasi Peran Pemerintah dalam mendukung Program Food Safety Masuk Desa dengan tema “Kemitraan Menuju Desa Pangan Aman dalam mendukung Keistimewaan DIY”.

Dalam workshopnya, kepala Bappeda menjelaskan tentang Design Prototipe DIY yang berhubungan dengan keamanan pangan.  Selain Kepala Bappeda, dalam kegiatan ini, Kepala Balai Besar POM di Yogyakarta menjelaskan tentang kondisi DIY terkait pelaksanaan Program Food Safety Masuk Desa.

Dari kegiatan workshop Kemitraan Menuju Desa Pangan Aman dalam mendukung Keistimewaan DIY, diharapkan dapat mensinergikan kegiatan Keamanan Pangan Desa, yang menerapkan dari program Food Safety Masuk Desa dengan Lintas Sektor terkait.

Dengan tujuan, kegiatan sosialisasi ini selain memberi pemahaman kepada masyarakat, juga lebih berperan sinergi positif terhadap lintas sektor dalam melaksanakan keamanan yang dimulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga hingga masyarakat luas.

LS, FS, MS, MCU, CU

180”

9

Menyesuaikan naskah

Selain kegiatan di atas, Bimtek Kader Keamanan Pangan merupakan rangkaian dari Program Food Safery Masuk Desa yang dilaksanakan pada 19 – 21 Agustus 2014. Kegiatan ini di ikuti oleh Ibu PKK, Karang Taruna, dan Guru dari 14 Desa/Kelurahan yang menajdi target intervensi FSMD BBPOM di Yogyakarta di tahun 2014. Dan masing-masing Bimtek Kader Keamanan Pangan di ikuti oleh 20 kader. Selain itu, Bimtek juga di ikuti oleh petugas PKP/ DFI dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.

Untuk simbol dari kegiatan Bimtek Kader Keamanan Pangan, di awali dengan pemakaian rompi oleh Kepala Balai Besar POM di Yogyakarta, drs. Abdul Rahim, Apt, M.Si.

Di kegiatan Bimtek Kader Keamanan Pangan, Badan POM RI dan petugas-petugas dari Balai Besar POM di Yogyakarta, juga memaparkan materi-materi tentang keamanan Pangan, Pengetahuan Bahan, 5 Kunci Keamanan Pangan Keluarga, Anak Sekolah, Pangan siap saji dan Promosi Keamanan Pangan. Selain adanya penyampaian tentang beberapa materi pangan, dalam kegiatan ini juga peserta juga dilatih untuk melakukan uji sampel pangan.

Dan sebelum dilaksanakan Bimtek terhadap kader-kader selama bulan Mei – Juni, hasil intensifikasi pengawasan yang dilakukan petugas BBPOM di Yogyakarta terdapat 14 desa atau kelurahan menunjukkan dari 272 sampel yang disampling, terdapat 32 sampel atau 28,23% mengandung bahan berbahaya.

Diharapkan setelah adanya Bimtek Kader Keamanan Pangan, masing-masing kader dapat mensosialisasikan materi Keamanan Pangan pada komunitas masing-maisng program, dan akhirnya terwujud Desa Pangan Aman, di buktikan dengan tidak adanya produk yang mengandung bahan berbahaya yang beredar di lingkungan masyarakat.

LS, CU MCU, CU

180”

10

CLOSING

Dengan adanya program Food Safety Masuk Desa, di harapkan timbul kesadaran untuk setiap komponen desa atau masyarakat desa untuk mengerti akan pentingnya keamanan pangan, diantaranya sifat kemandirian dan inisiatif masyarakat desa untuk mengamankan diri sendiri dari pangan berbahaya. Adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat yang di tandai dengan efektivitas dan terciptanya kerjasama yang baik dan saling mendukung antar komponen terhadap pelaksanaan Food Safety Masuk Desa.

LS, CU MCU, CU

60”

 

Dur : 27 menit

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CONTOH NASKAH SIARAN TV - COVID di DIY

Contoh Naskah Iklan MBAH MINTO SANGU BAKSO

CONTOH NASKAH PROFIL KELURAHAN